Senin, 13 Oktober 2014

Kehadiranmu


Kunikmati malam tak pernah riang
Kunikmati siang tak hapuskan gersang
Kufahami diri makin tak tahu arti
Kucoba berlari tak pernah tersinggahi

Kehidupan adalah nebula tak bermakna
Kematian tak terenungi sekalipun sekata
Kesejukan embun tak basahi dahaga
Kerling malam tetap pekat tanpa purnama

Hari ini…
Aku bangkit dari pusara dosa-dosa
Serasa bangun dari mimpi indah
Kala semilir mengajak ketepi pantai
Disela senyummu kupagut nuansa makna
Bias wajahmu memberkas embun kesejukan
Tutur katamu memberai kelemah lembutan
Nuansamu bergelora hidupi jiwa
Perangaimu purnama hidupku
Kehadiranmu perjuangan siang malam
Sungguh besar artimu bagi diriku
Apakah ini yang namanya….?


Terinspirasi oleh seorang Lena Setiana,
Masa - masa transisi dari kegelapan kepada cahaya
Pertengahan 2002, Utan Kayu - Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar