Senin, 13 Oktober 2014

Dengar, Lihat dan Rasakan


Aku tak tuli dan tak ingin menulikan suara itu.. 
Aku tak buta karenanya aku selalu membaca.. 
Karena aku manusia, aku bisa merasa..

Selamat Malam Cinta


Selamat Malam Cinta
Aku datang ketika kau masih terjaga
Memandangmu dari tempat yang tak kau melihatnya
Sekedar menyapamu walau tak bersuara
Mengatakan padamu bahwaku selalu cinta

Kehadiranmu


Kunikmati malam tak pernah riang
Kunikmati siang tak hapuskan gersang
Kufahami diri makin tak tahu arti
Kucoba berlari tak pernah tersinggahi

Kehidupan adalah nebula tak bermakna
Kematian tak terenungi sekalipun sekata
Kesejukan embun tak basahi dahaga
Kerling malam tetap pekat tanpa purnama

Hari ini…
Aku bangkit dari pusara dosa-dosa
Serasa bangun dari mimpi indah
Kala semilir mengajak ketepi pantai
Disela senyummu kupagut nuansa makna
Bias wajahmu memberkas embun kesejukan
Tutur katamu memberai kelemah lembutan
Nuansamu bergelora hidupi jiwa
Perangaimu purnama hidupku
Kehadiranmu perjuangan siang malam
Sungguh besar artimu bagi diriku
Apakah ini yang namanya….?


Terinspirasi oleh seorang Lena Setiana,
Masa - masa transisi dari kegelapan kepada cahaya
Pertengahan 2002, Utan Kayu - Jakarta

Mereka


Mereka diam…aku mendengarkan..
Merangsek..merobek tirai hatinya.
Mereka bicara tentang kita..
Meludah..mencibirkan mulutnya..
Memandang dengan penuh cemas..itu kata mereka
Mereka mengawasimu…mengatakannya padamu..
Berbisik…dengan aroma busuk harapan harapannya
Mencinta apa yang tidak dapat digenggamnya…
Memeluk dan memaksa…
Indah..sungguh indah kata-kata mereka..
Merasuk..menusuk kedalam hatimu..
Membuaimu..membawamu pergi jauh dariku

Melindungimu..agar kau tak jatuh karena ku

Mereka disana..aku memandangnya dengan mata terpejam..
Mereka resah…tak mampu memejamkan matanya
Terbangun dan terus terjaga...
Mereka gundah…
Mereka bertanya dalam hatinya…bagaimana selanjutnya..
Aku bertanya dalam hatiku..apa yang terjadi dengan mereka…?

Jakarta, 15 April 2005

Untuk Perjuangan Munir

Aku adalah peluru yang menembus jantung aparat bangsat !
Aku adalah palu yang memecah batok kepala hakim bejat !
Aku menari-nari diatas darah-darah mayat para laknat !
Ketika konspirasi jadikan hukum berkarat !

Selamat pagi cinta


Selamat pagi cinta
Aku datang ketika kau masih terlelap
Memandangmu sejenak dengan cinta yang tulus
Lalu mencium keningmu dengan air mata kebahagiaan
Aku hidangkan secangkir kerinduan
Agar kau kembali segar ketika bangun dari keletihan

Tidurlah sayang…kalau kau masih ingin tidur
Aku akan selalu menjagamu dari kejauhan

Pemuja Rahasia

Ada kantung didinding hatiku
Banyak figuramu tertata indah didalamnya
Namun tiap kali aku memandangnya satu demi satu
Aku akhiri dengan melihat bayanganku didalam cermin



Menikahlah Denganku


Aku ingin terbang membawamu ke atas langit
Selamanya meninggalkan bumi yang dipenuhi najis
mengajakmu melihat kesetiaan matahari
Menuntun tanganmu menyentuh kelembutan awan

Biarkan debur angin hempaskan keegoan
Dan torehan luka yang masih tersisa dalam ingatan
Biarkan percikan air hujan basahi jiwa kita yang gersang
Agar kembali tumbuh tunas-tunas cinta kesederhanaan

Menarilah bersamaku dengan tarian yang kita bisa
Dan jangan paksakan dirimu bila kau tak kuasa



Dibuat April 6th 2008