Selasa, 22 September 2015

Tanpamu

Tanpamu..Aku hanyalah abu
Yang lamat hilang bersama hembusan angin..
Tak bermakna..
Seperti tak terciptakan..

Jumat, 12 Juni 2015

When the time comes

 (Ketika Tiba English Version)

When the time comes..
To the news that troubles the heart
To the news that makes us wonder, is this really happening?
Or will it only be a story along warn cup of coffee, and evaporates eventually?

When the time comes..
In the end, it is real
On an unordinary day
In a time that seems to go by so slow, drifting us in the depth of loss

At the moment..
We will cherish your friendliness through a cup of coffee
Your humbleness when you greet anyone who comes your way
And the simplest yet most valuable lesson that “A Leader knows when to give and to receive”

At this moment..
When your leadership is almost at the end of its journey
There are unspoken regrets filled in our hearts
Words that will probably never be spoken, of your kindness that you may not realize
Or the laughter’s you shared that have made our lives more meaningful

Pak Chris Jones,
Time may erase memories, turn our hair from dark to grey and
Change the world unexpectedly.
However, though time is king, You are the dusk before the dark.

Pak Chris Jones,
Our deepest gratitude’s,
For the inspiration you have given us,
And the leadership throughout the years.

We will terribly miss your morning greetings,
Will ever we hear again……
“Good Morning, Guys..”




Ketika Tiba

Ketika tiba,
Pada berita yang begitu mengusik dada
Pada kabar yang membuat kami bertanya, apakah ini benar adanya
atau hanya cerita yang juga akan habis bersama secangkir kopi hangat, kemudian menguap?

Ketika tiba,
Pada akhirnya itu nyata
Pada hari yang tak biasa
Pada waktu yang seakan berjalan begitu perlahan, dan membawa kami semakin tengelam dalam derasnya arus kehilangan

Ketika itu,
Ada kenangan saat keramahanmu menyambut pendatang baru dengan secangkir kopi,
dan kenangan saat saat kerendahan hatimu menyapa kami tak terkecuali,
Dan kau mengajarkan hal sederhana kepada kami, Pemimpin tak mesti selalu menjadi yang diberi..

Ketika tiba,
Saat saat kepemimpinanmu tak lagi kini akan kami jumpai…
Ada kata maaf yang mungkin tak mampu terucap dalam ruang isi hati
Ada bahasa yang mungkin pernah tak terangkai untuk menjadi seikat kembang harapan dalam sanubari
Dan ada kebaikan yang mungkin tak kau sadari, oleh sekedar canda yang membuat hidup ini lebih memiliki arti

Pak Chris Jones,
Mungkin waktu mengikis ingatan, membuat helaian rambut hitampun menjadi putih
Mengubah dunia menjadi tidak seperti yang kita kira dan angankan
Namun walaupun sungguh waktu menjadi raja, Kaulah senja diredupnya cahaya

Dan Pak Chris Jones
Terima kasih kami
Atas inspirasi yang telah kau beri,
dan atas kepemimpinanmu selama ini.

Rindu kami nanti akan sapaan pagi,
Akankah kami dengar kembali....

 “Good Morning Guys”


June 9th, 2015

Senin, 13 Oktober 2014

Dengar, Lihat dan Rasakan


Aku tak tuli dan tak ingin menulikan suara itu.. 
Aku tak buta karenanya aku selalu membaca.. 
Karena aku manusia, aku bisa merasa..

Selamat Malam Cinta


Selamat Malam Cinta
Aku datang ketika kau masih terjaga
Memandangmu dari tempat yang tak kau melihatnya
Sekedar menyapamu walau tak bersuara
Mengatakan padamu bahwaku selalu cinta

Kehadiranmu


Kunikmati malam tak pernah riang
Kunikmati siang tak hapuskan gersang
Kufahami diri makin tak tahu arti
Kucoba berlari tak pernah tersinggahi

Kehidupan adalah nebula tak bermakna
Kematian tak terenungi sekalipun sekata
Kesejukan embun tak basahi dahaga
Kerling malam tetap pekat tanpa purnama

Hari ini…
Aku bangkit dari pusara dosa-dosa
Serasa bangun dari mimpi indah
Kala semilir mengajak ketepi pantai
Disela senyummu kupagut nuansa makna
Bias wajahmu memberkas embun kesejukan
Tutur katamu memberai kelemah lembutan
Nuansamu bergelora hidupi jiwa
Perangaimu purnama hidupku
Kehadiranmu perjuangan siang malam
Sungguh besar artimu bagi diriku
Apakah ini yang namanya….?


Terinspirasi oleh seorang Lena Setiana,
Masa - masa transisi dari kegelapan kepada cahaya
Pertengahan 2002, Utan Kayu - Jakarta

Mereka


Mereka diam…aku mendengarkan..
Merangsek..merobek tirai hatinya.
Mereka bicara tentang kita..
Meludah..mencibirkan mulutnya..
Memandang dengan penuh cemas..itu kata mereka
Mereka mengawasimu…mengatakannya padamu..
Berbisik…dengan aroma busuk harapan harapannya
Mencinta apa yang tidak dapat digenggamnya…
Memeluk dan memaksa…
Indah..sungguh indah kata-kata mereka..
Merasuk..menusuk kedalam hatimu..
Membuaimu..membawamu pergi jauh dariku

Melindungimu..agar kau tak jatuh karena ku

Mereka disana..aku memandangnya dengan mata terpejam..
Mereka resah…tak mampu memejamkan matanya
Terbangun dan terus terjaga...
Mereka gundah…
Mereka bertanya dalam hatinya…bagaimana selanjutnya..
Aku bertanya dalam hatiku..apa yang terjadi dengan mereka…?

Jakarta, 15 April 2005